Pilkada, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memberikan dua ruangan di kantornya untuk tim sukses pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Tim sukses Ahok-Djarot mendapat satu ruangan di lantai 4, sementara tim sukses Anies-Sandi di lantai 5 di kantor KPU Jalan Salemba Raya No.15, RT.1/RW.3, Paseban, Senen, Kota Jakarta Pusat.

Menurut Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno, pemberian dua ruangan itu adalah usulan dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Ia menilai alasan pemberian ruangan adalah ujung dari persoalan komunikasi pada acara penetapan pasangan calon gubernur DKI di Hotel Borobudur, 4 Maret 2017. “Dari Borobudur kemarin, DKPP simpulkan ada masalah komunikasi lalu Pak Jimly menyarankan ke KPUD,” kata dia di kantor DKPP, Jumat, 7 April 2017.

Pemberian fasilitas ruangan dilakukan secara simbolis. Yaitu dengan penyerahan kunci kepada masing-masing perwakilan dari tim sukses kedua pasangan calon pilkada DKI Jakarta. Penyerahan itu disaksikan oleh Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie dan Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti. Dua kunci diserahkan langsung oleh Sumarno kepada perwakilan kedua pasangan calon.

Baca: Dugaan Langgar Etik, Ketua KPU DKI Dilapor Relawan Ahok ke DKPP

Sumarno menuturkan ruangan tersebut disiapkan untuk memudahkan komunikasi antara pserta pilkada dengan KPU DKI Jakarta. Selain itu bertujuan agar persoalan yang terjadi di Hotel Borobudur tak terulang. Ia berharap perwakilan masing-masing pasangan calon bisa datang rutin memanfaatkan ruangan tersebut. “Syukur-syukur setiap hari,” kata dia.

Namun ruangan itu memiliki jatuh tempo pemakaian. Sumarno menegaskan pemberian fasilitas ruangan tidak berlaku permanen. Hanya diberikan selama masa penyelenggaraan pemilu kepala daerah di DKI Jakarta di putaran kedua. Sementara putaran kedua pilkada DKI Jakarta rencana digelar pada 19 April 2017.

Baca: Dituding Tidak Netral, Ketua KPUD DKI Sumarno: Saya Ada Dimana?

Molornya acara penetapan pasangan calon gubernur DKI yang digelar oleh KPU DKI Jakarta di Hotel Borobudur disebut menjadi alasan tidak adanya komunikasi antara KPU dengan tim sukses pasangan calon. Ahok dan Djarot telah tiba di Hotel Borobudur sebelum pukul 19.00. Sekitar pukul 19.45 mereka sempat masuk ke aula Flores dan duduk di kursi yang telah ditetapkan KPU DKI.

Saat itu, Djarot mengatakan dirinya, Ahok, dan tim sukses menunggu hampir satu jam, namun tak ada tanda-tanda acara akan dimulai. Ia pun menyerahkan sisa acara kepada beberapa tim sukses yang ada di sana. Akibat tidak adanya komunikasi, acara yang seharusnya dimulai pukul 19.00 molor menjadi pukul 20.00.

DANANG FIRMANTO